Demi Efektivitas, Tersangka Korupsi Dilarang Maju Pilkada

Tren naiknya jumlah kepala daerah yang terseret kasus korupsi membuat pemerintah pusat kelabakan. Kemendagri menyiasati cara, agar kepala daerah bermasalah tersebut tidak bisa maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Salah satunya dengan mengubah undang-undang yang mengatur tentang pilkada.

“Sampai sekarang kami masih menggodok RUU Pemilihan Kepala Daerah. Kan sebelumnya pemilihan kepala daerah diatur di UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sekarang (pemilihan kepala daerah) diatur di undang-undang sendiri,” kata Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djoehermansyah Djohan kepada wartawan kemarin.

Dalam RUU tersebut, ada wacana pelarangan seorang tersangka ataupun terdakwa mencalonkan diri dalam pilkada. “Sekarang kan seorang tersangka dan terdakwa masih bisa mencalonkan diri,” tutur pria yang akrab disapa Djoe itu. Memang, hingga saat ini, status tersangka tidak menghilangkan hak konstitusi seseorang yakni hak untuk memilih dan dipilih sesuai dengan undang-undang dasar. Namun, meski begitu, kini Kemendagri mulai mempertimbangkan seorang tersangka tidak bisa mencalonkan diri menjadi kepala daerah.


  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  


Administrator
tanggal 20 Januari 2011

Rating : 3.5
Rating :


  • Silahkan login terlebih dahulu, untuk memberi komentar.


  • Tentang Korupsiana

    Silakan berbagi opini dan komentar tentang korupsi. Disini anda bisa :