Aktualisasi Peran Mahasiswa Dalam Gerakan Sosial Pemberantasan Korupsi

Korupsi merupakan suatu kejahatan luar biasa yang harus diberantas juga dengan cara yang luar biasa. Korupsi sudah menjadi penyakit akut yang melanda bangsa ini, sehingga sampai saat ini Indonesia masih saja menjadi negeri yang penuh dengan setumpuk permasalahan. Melihat persolaan yang begitu kompleks, dibutuhkan sinergitas (linkage) antar aktor untuk membentuk barisan kokoh memberantas penyakit itu. Salah satu aktor yang bisa berperan besar adalah mahasiswa. Keberadaan mahasiswa dalam pentas realitas kebangsaan selalu memberikan warna dan harapan baru. Eksistensi mahasiswa di Indonesia di mulai sejak negeri ini merasakan dampak dari keberadaan politik etis. Politik etis sebagai awal mula berkembangnya sarana edukasi dalam konteks ke-Indonesia-an menjadi cikal bakal munculnya kaum intelektual yang kelak dikenal mahasiswa. \nMahasiswa adalah aktor strategis yang selalu memiliki kemampuan untuk menginspirasi perubahan. Sebutlah era 28, 45, 66, 78, dan 98, rangkaian waktu yang setidaknya memberi testimoni utuh saat mencermati perjalanan bangsa ini dari generasi ke generasi dan dari waktu ke waktu. Tetapi seiring berjalannya waktu, posisi mahasiswa sebagai agent of change dan problem solver dari segala permasalahan yang dihadapi oleh bangsa, perlahan terkikis karena mereka semakin tidak menyadari perannya sebagai seorang intelektual. Mahasiswa menjadi terpecah belah karena hanya mementingkan kelompok atau golongan tertentu. Mahasiswa pada akhirnya hanya menambah permasalahan bangsa ini, mereka seakan menuntut pemberantasan korupsi di negeri ini, tetapi mereka juga lah pada akhirnya yang memperkeruh suasana dengan hanya embel menuntut tanpa memberikan solusi dari hasil kajian yang positif. Dalam segala program kerja mengenai pemberantasan korupsi, gerakan yang digalang oleh para mahasiswa juga berjalan sendiri, tanpa mendapat dukungan dari gerakan/komunitas lain yang bertujuan sama.\nKorupsi bukanlah sekedar persoalan immoralitas aktor, tapi juga merupakan agenda state building. Korupsi sudah waktunya tidak dipandang hanya karena para koruptor tidak memiliki moral yang baik, tetapi ada berbagai tekanan dan kepentingan politik yang mendasarinya. Selain itu sistem peradilan hukum yang bobrok juga menjadi penyebab sulitnya memberantas korupsi di negeri ini. Para penegak hukum senantiasa tetap melenggangkan para koruptor untuk terus bebas melancarkan aksinya. Bentuk hukuman yang diberikan para koruptor dari para penegak hukum, baik itu denda, uang pengganti, maupun penjara, belum bisa memberikan efek jera bagi koruptor dan para calon koruptor lainnya. Oleh karenanya, salah satu cara agar agenda pemberantasan korupsi bisa berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan adalah mengubah pandangan bahwa korupsi jangan hanya dipandang sebagai immoralitas aktor, tetapi juga dipandang sebagai perang melawan sistem dan struktur yang tetap mengingingkan korupsi tumbuh subur di negeri ini. Untuk mengagendakan perang melawan struktur dan sistem yang telah rusak itu, maka secara logika, para aktivis yang selalu meneriakkan pemberantasan anti korupsi, juga harus bisa membentuk struktur dan sistem yang terencana dan teratur. \nDalam rangka pembentukan struktur untuk melawan korupsi tersebut, para mahasiswa dapat mengambil peran yang sangat strategis, terutama dengan usahanya untuk bisa bergabung dengan gerakan atau bentuk civil society lainnya yang memiliki visi yang sama untuk memberantas korupsi. Istilah civil soceity sendiri dirumuskan oleh De Tocqueville yang berangkat dari tradisi liberal dengan semangat sebagai penyeimbang kekuatan negara. Arti dari civil society biasanya merujuk kepada pemberdayaan masyarakat dengan ciri utama seperti keswasembedaan (self generating), keswadayaan (self supporting), kesukarelaan (voluntary), dan kemandirian (Subono, 2003).\nSalah satu bentuk aktivisme civil society yang cukup khas adalah gerakan sosial. Sebagai bentuk aktivisme, gerakan sosial didefinisikan sebagai bentuk aksi kolektif dengan orientasi konfliktual yang jelas terhadap lawan sosial dan politik tertentu, dilakukan dalam konteks jejaring lintas kelembagaan yang erat oleh aktor-aktor yang diikat rasa solidaritas dan identitas kolektif yang kuat melebihi bentuk-bentuk ikatan dalam koalisi dan kampanye bersama (Diani & Bison, 2004). Berangkat dari pemahaman itu, gerakan sosial merupakan aksi kolektif dari berbagai macam organisasi, komunitas dan kelompok dengan artikulasi dan tujuan yang jelas.\nPeran mahasiswa sebagai salah satu aktor dari gerakan sosial pemberantasan anti korupsi adalah melakukan sesuai dengan kadar intelektualnya. Wajah mahasiswa yang kerap kali dituding sebagai biang keladi macetnya jalanan karena sering melakukan aksi demonstrasi yang tidak berdasar pada kajian ilmiah, harus dirubah. Mahasiswa bisa berperan melakukan berbagai diskusi, kajian, dan penelitian yang bersifat ilmiah. Dari situ, mereka bisa memberikan solusi yang sesuai dengan permasalahan yang terjadi dan bisa dipertanggungjawabkan karena sudah melalui kajian yang bersifat objektif.\n \n \nReferensi :\n \n-          Baskoro, Agung. 2008. “Kontekstualisasi Idealisme Mahasiswa Menjawab Problematika Bangsa”. disampaikan pada diskusi pararel di Victoria University, Melbourne 2 Mei 2008, di acara konferensi PPIA “The Voice Indonesian Future Leaders”  \n-          Fakih, Mansour. 1996. Masyarakat Sipil untuk Transformasi Sosial: Pergolakan Ideologi di Dunia LSM Indonesia. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.\n-          Pradiptyo, Rimawan. 2009. A Certain Uncertainty; An Assessment of Court Decisions for Tackling Corruptions In Indonesia 2001-2008. Department of Economics, Faculty of Economics and Business Universitas Gadjah Mada, Indonesia.\n-          Widiyoko, Danang.”Civil Society dan Gerakan Antikorupsi”. Ditulis khusus untuk buku Korupsi Mengorupsi Indonesia: Gramedia. Jakarta. 2009\n \n


  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  


Dani Aufar
tanggal 29 Januari 2011

Rating : 2.3
Rating :


  • Silahkan login terlebih dahulu, untuk memberi komentar.


  • Tentang Korupsiana

    Silakan berbagi opini dan komentar tentang korupsi. Disini anda bisa :