12 Desa di Palas Terancam Ulah 'Dishutbun' Lindungi Cukong Kayu

PADANG LAWAS | Maraknya perambahan hutan (illegal logging) di Padang Lawas (palas), hususnya di Kecamatan Batang Lubu Sutam yang terkesan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, membuat warga 12 Desa merasa dihantui ancaman banjir bandang setiap saat

12 desa tersebut yakni, Desa Siadam, Pasar Sabtu, Siojo, Pagaran Manggis, Hutabaru, Muara Malinto Baru, Hutanopan, Tandolan, Pagaran Dolok, Aek Sorik, Muara Malinto Lama, Tanjung Botung dan Huta Godang

Ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan wilayah Tabagsel, Hasnul Hadiansyah Nasution yang juga warga desa botung, kepada Mandiri mengatakan, warga selalu khawatir terjadi banjir bandang akibat luapan sungai batang lubu.

"Setiap tahun sungai batang lubu selalu banjir. Sangat dikawatirkan apalagi ini musim penghujan. Mayoritas warga disini bersawah diseberang sungai, bukan hanya kawatir akan tanaman padi sawah dan harta benda saja, nyawa juga terancam", ujarnya

Dijelaskan, luapan sungai batang lubu yang paling parah terjadi lima tahun terahir, selalu memakan korban jiwa, korban harta benda, ternak serta merusak lahan persawahan warga setiap tahun. Salah satu contoh kerugian yang diakibatkan perambahan hutan besar-besaran oleh oknum yang semata mengejar keuntungan adalah, pembangunan Bendungan Pulo Pyung di Desa Pasar Sabtu, dibiayai APBD Provinsi Tahun 2013 dengan pagu milliaran rupiah, ludes hanyut dilanda banjir bandang.

"Kalau sudah seperti itu siapa yang bertanggung jawab?, apa ada yang mau disalahkan", tambah Hasnul

Beberapa kejadian mengejutkan dan memakan korban akibat penggundulan hutan telah banyak, Tahun 2012 yang lalu, masih segar diingatan bahwa banjir bandang telah menewaskan warga dan menimbulkan kerugian milliaran rupiah terjadi di Desa Janji Lobi, Kecamatan Barumun, Padang Lawas

Kejadian tersebut menjadikan trauma yang besar bagi warga. Apakah pembiaran ini masih akan berkepanjangan oleh Dishutbun palas untuk menanti korban yang lebih besar?

Salah seorang Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) salah.satu Desa di Batang Lubu Sutam enggan disebutkan namanya menyebutkan, Kadishutbun Palas tidak lagi mampu mengatasi persoalan perambahan hutan tersebut, "diduga sudah menjadi sumber penghasilan Kadis, tidak akan bisa lagi itu. kepada Polres, Polda, Kehutanan Provinsi serta BKSDN Tabagsel agar segera bertindak"sebutnya

Sampai berita ini terbit, Wartawan belum pernah dapat menjumpai kadishutbun palas, kadis terkesan mengelak untuk dikonfirmasi.  (CMS-40)


  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  


Hasnul Hadiansyah Nasution
tanggal 12 Desember 2014

Rating : 5
Rating :


  • Silahkan login terlebih dahulu, untuk memberi komentar.


  • Tentang Korupsiana

    Silakan berbagi opini dan komentar tentang korupsi. Disini anda bisa :